Bupati Deno Kamelus: Mari Jaga Budaya Kita

Bupati Deno juga berharap agar generasi muda untuk mengambil makna dari tradisi ini–bahwa kita tidak hidup dari makanan saja tapi juga dari petuah-petuah dalam tradisi budaya, dari nilai agama, dan juga hukum negara.

Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, S.H., M.H. mengatakan bahwa sebagai masyarakat berbudaya, kita wajib menjaga budaya kita sendiri yang secara nyata memberi manfaat bagi kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas. Menjaga adat istiadat budaya ini juga berarti mewariskannya kepada generasi selanjutnya.

Hal ini dijelaskannya saat menghadiri ritus Congko Lokap Gendang Buntu Jene Maras, Desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai pada Kamis, 8 Agustus 2019 lalu.

Congko Lokap adalah sebuah tradisi Manggarai meresmikan rumah adat. Secara harafiah congko bermakna pembersihan dan lokap berarti sampah material kayu yang dipakai dalam membangun rumah adat. Acara ini ditandai dengan penyembelihan hewan kurban berupa seekor kerbau jantan (ritus Roba Kaba) yang merupakan bagian dari ritual pembersihan untuk memasuki rumah adat yang baru dibangun.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Deno Kamelus yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai yang juga adalah anggota DPR Provinsi NTT, Yenny Veronica, memberi apresiasi atas inisiatif dari masyarakat setempat yang merevitalisasi rumah adat mereka sehingga memberi manfaat bagi masyarakat adat setempat.

“Sebagai pemerintah, saya menghargai dan memberi apresiasi terhadap inisiatif dari tua-tua gendang untuk merevitalisasi rumah adatnya sebagai bagian dari simbol kehadiran budaya di sana dengan segala macam nilai yang sangat bermanfaat bagi kehidupan pribadi, keluarga dan komunitas yang dampaknya kepada kehidupan bangsa dan negara ini,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Deno juga berharap agar generasi muda untuk mengambil makna dari tradisi ini–bahwa kita tidak hidup dari makanan saja tapi juga dari petuah-petuah dalam tradisi budaya, dari nilai agama, dan juga hukum negara.

“Rumah gendang ini adalah satu simbol dari pesan pesan leluhur. Karena itu untuk ritus adat seperti ini sesibuk apapun Bupati tetap akan hadir. Saya bangga bisa menyaksikan ritus seperti ini untuk diwariskan kepeda generasi selanjutnya, supaya tidak berhenti di sini,” tutupnya.

Revitalisasi rumah adat ini mulai dilaksanakan pada tahun 2018 lalu, dan merupakan salah satu rumah adat bantuan dari Pemerintah Pusat yaitu Direktorat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pagu anggaran pembangunan rumah adat tersebut sebesar Rp. 339.269.537,85.

Atas sejumlah bantuan tersebut, Hendrikus Jene, salah seorang tokoh adat setempat menyampaikan ungkapan terima kasih. “Kami menyampaikan terima kasih banyak untuk bantuan yang kami terima. Sehingga gendang ini bisa dibangun. Terima kasih untuk bantuan dari pemerintah pusat yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama seorang warga setempat yang juga anggota DPD RI, Adrianus Garu berharap agar aset-aset budaya yang ada hendaknya dijaga dengan baik.

“Terima kasih untuk kehadiran dan kerja sama pemerintah dan masyarakat. Selain rumah adat, kita punya sawah contoh yang seharusnya menjadi heritage, sawah yang dilindungi. Ini juga tugas pemerintah dan masyarakat untuk sama-sama melindungi. Sebagai pembelajaran bagi generasi muda, supaya anak-anak muda tahu bagaimana proses pengerjaan sawah,” katanya.

Congko Lokap Gendang Buntu Jene Maras ini berlangsung meriah. Rasa haru menyelimuti warga masyarakat adat setempat atas ritual Roba Kaba di pelataran gendang Maras ini. Sebelumnya untuk memeriahkan acara ini diselenggarakan pentas tarian Caci selama dua hari yaitu tanggal 6 sampai 7 Agustus 2019.

Tim Humaspro Manggarai

Related Posts

Wabup Fabianus Resmi Meluncurkan Pelaksanaan Imunisasi HPV di Kabupaten Manggarai

Prokopim – Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, S.Pd, secara resmi membuka pelaksanaan imunisasi HPV (Human Papilloma Virus) bagi wanita usia 19-45 tahun di Puskesmas Lao, Kecamatan Langke Rembong pada Rabu,…

Ini Rangkaian Kunker Gubernur NTT di Kabupaten Manggarai

Prokopim– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Manggarai pada Jumat, 11 April 2025. Berdasarkan informasi dari Protokol Setda Provinsi NTT, berikut adalah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

NTT Mart UBSP Lembu Nai, Gubernur NTT Dorong Akses Pasar bagi UMKM Manggarai

  • By Editor
  • Januari 27, 2026
  • 64 views
NTT Mart UBSP Lembu Nai, Gubernur NTT Dorong Akses Pasar bagi UMKM Manggarai

Di Bawah Deras Tiwu Pai, Ikhtiar Tak Berhenti; Bupati Manggarai dan Tim SAR Berdiri Bersama Keluarga Armedo

  • By Editor
  • Januari 17, 2026
  • 45 views
Di Bawah Deras Tiwu Pai, Ikhtiar Tak Berhenti; Bupati Manggarai dan Tim SAR Berdiri Bersama Keluarga Armedo

Penyerahan DPA 2026, Bupati Manggarai Tekankan Disiplin Anggaran dan Dampak Nyata bagi Masyarakat

  • By Editor
  • Januari 15, 2026
  • 29 views
Penyerahan DPA 2026, Bupati Manggarai Tekankan Disiplin Anggaran dan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Terkait Kasus Gigitan Anjing Rabies Terbaru di Karot, Wabup Fabi Abu Gelar Rapat Koordinasi Darurat

  • By Editor
  • Oktober 9, 2025
  • 19 views
Terkait Kasus Gigitan Anjing Rabies Terbaru di Karot, Wabup Fabi Abu Gelar Rapat Koordinasi Darurat

Bersama Lawan Stigma, Bersama Lawan HIV/AIDS

  • By Editor
  • September 12, 2025
  • 16 views
Bersama Lawan Stigma, Bersama Lawan HIV/AIDS

Dari Manggarai, Doa dan Lilin untuk Indonesia

  • By Editor
  • September 3, 2025
  • 16 views
Dari Manggarai, Doa dan Lilin untuk Indonesia