Prokopim, 24 Maret 2025 – Pemerintah Kabupaten Manggarai menyelenggarakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai lingkup Pemkab Manggarai. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang jatuh pada 24 Maret setiap tahunnya.
Tema peringatan HTBS tahun 2025 adalah “GIATKAN: Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis dengan Komitmen dan Aksi Nyata.”
Pelaksanaan PKG ini berlangsung mulai pukul 08.00 WITA di lantai 1 Kantor Bupati Manggarai. Pemeriksaan kesehatan ini juga menjadi bagian dari program Quick Wins, seratus hari pertama Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, khususnya dalam sektor kesehatan.
ASN yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya diperiksa terkait gejala Tuberkulosis (TBC), tetapi juga melakukan pemeriksaan kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.
TBC dan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, melalui Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P), Gabriel Amir, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk mendukung program nasional dalam memberantas Tuberkulosis.
“Kegiatan ini terintegrasi dengan program ‘Cek Kesehatan Gratis’ (CKG), dan data hasil pemeriksaan akan diunggah ke aplikasi Indonesia Sehat,” ujar Gabriel Amir.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun pemeriksaan ini diprioritaskan bagi ASN yang berulang tahun antara 1 Januari hingga 24 Maret 2025, pelayanan tetap dibuka untuk seluruh ASN tanpa kecuali. Bahkan, program ini juga tersedia bagi masyarakat umum di 25 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Manggarai mulai hari ini.
Situasi TBC di Kabupaten Manggarai
Dinas Kesehatan mencatat terdapat 635 kasus Tuberkulosis di Kabupaten Manggarai, di mana 35 kasus di antaranya merupakan kasus resistensi obat. Kecamatan Langke Rembong, Ruteng, dan Satar Mese menjadi wilayah dengan kasus tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Tahun 2024, sebanyak 30 orang meninggal dunia akibat TBC, dan terdapat 2.669 pasien yang terdeteksi sebagai “suspect” TBC.
Gabriel Amir menekankan pentingnya pendampingan minum obat (PMO) secara teratur bagi pasien TBC agar pengobatan berjalan efektif.
“Angka kasus yang tinggi dan resistensi terhadap obat menjadi tantangan besar, sehingga diperlukan komitmen bersama dalam memberantas penyakit ini,” tambahnya.
Manfaat Bagi ASN dan Masyarakat
Teobaldus Wal, salah satu ASN yang bekerja di Sekretariat Daerah, mengapresiasi program ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu mendeteksi penyakit, termasuk TBC. Saya juga memeriksa kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah,” ujarnya.
Program PKG dan CKG ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dini dan pengobatan penyakit, sehingga angka kasus TBC di Kabupaten Manggarai dapat ditekan secara signifikan. Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan komitmen untuk terus mendukung upaya nasional dalam mengakhiri Tuberkulosis di Indonesia.
Baca Juga ; Kolaborasi Nyata Dalam Rapat Quick Wins untuk Mencapai Target Prioritas Manggarai
Baca Juga ; Pemkab Manggarai Gelar Rakor Pengendalian Pergaulan Bebas Remaja Untuk Cegah Perkawinan Anak