Pemkab Manggarai Teken Nota Kesepahaman dengan Undana Kupang

Berita, Umum173 Dilihat

Ruteng – Pemerintah Kabupaten Manggarai melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Kelembagaan.

Penandatanganan itu dilakukan secara langsung oleh Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A. bersama Rektor Undana Kupang Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc. bertempat di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai pada Senin (13/06).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut, S.H. menyampaikan terima kasih kepada Rektor Undana Kupang dan rombongan yang telah berkunjung ke Manggarai dalam rangka menjalin kerjasama tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan kelembagaan.

Menurutnya, kerjasama ini merupakan terobosan baru yang perlu direspons dengan baik, karena dinilai menghantarkan nilai positif untuk daerah ini, dan juga memberikan manfaat untuk mahasiswa yang akan melakukan KKN.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh rakyat Manggarai menaruh rasa hormat terhadap kehadiran Rektor dan rombongan. Menurut kami ini merupakan satu terobosan baru yang perlu direspons sebaik-baiknya, menghantar sebuah energi positif,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, kerjasama ini juga terjadi supaya mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di kampus, tetapi melalui KKN, dapat memadukan antara teori dan praktek.

Pada prinsipnya Pemkab Manggarai siap untuk menjalankan kerja sama itu. Sehingga baik yang ada di kampus Undana juga dengan pihak yang ada di luar kampus gayung bersambut.

“Pa Bupati dan saya siap merespons itu dengan baik, kami juga siap membentuk adik-adik yang datang nanti dengan cara kita, dengan adanya alumni juga dapat bantu membentuk mereka,” tutupnya.

Sebelumnya, Rektor Undana Kupang Maxs Sanam menjelaskan bahwa Kemenristekdikti melakukan transformasi pembelajaran Perguruan Tinggi, melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Program ini memberikan arahan bahwa pembelajaran di Perguruan Tinggi saat ini tidak hanya bisa diakses di ruang kuliah, ruang belajar, laboratorium dan perpustakaan saja. Tetapi pengetahuan keterampilan bisa didapatkan di mana saja, seperti dunia industri, dunia kerja, bahkan di masyarakat.

Mahasiswa saat ini, kata dia, bisa berada selama 6 bulan di desa, untuk menguasai beberapa kompetensi. Mulai semester depan, mahasiswa akan melakukan KKN tematik atau praktek di lapangan selama 6 bulan, bukan lagi 2 bulan.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai, satu kehormatan secara pribadi kami diterima dengan suasana yang penuh kekeluargaan dan penyambutan yang membanggakan,” katanya.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri, Undana Kupang, kata dia, tentunya memiliki tanggung jawab moril di NTT. Jangan sampai hanya sibuk mengembangkan diri sendiri, sementara kebutuhan yang ada di daerah tidak terbantu.

“Ini merupakan tanggung jawab moril kami untuk memberikan kontribusi untuk sama-sama membangun daerah ini ke depan. Melalui lembaga penelitian dan pengabdian,” ujarnya.

“Bagaimana kontribusi Undana dalam kapasitas akademik ilmu pengetahuan yang kami miliki yang kemudian bisa bergayut dengan program-program Pembangunan yang dimiliki Pemkab Manggarai, sekaligus membantu meningkatkan pengembangan khususnya pengembangan wilayah dan masyarakat Manggarai,” tutupnya. (Tim Prokopim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *