oleh

Sekda Manggarai Fansi Jahang, Hadiri Peringatan HOSS ke 30 2022 di Beanio

CIBAL – Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Drs. Jahang Fansi Aldus, menghadiri Perayaan Ekaristi Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) ke 30 tahun 2022 Keuskupan Ruteng, di Gereja Katolik St. Mikael Paroki Beanio, Desa Riung Kecamatan Cibal, Jumat, 11 Februari 2022 kemarin. Peringatan HOSS tersebut dirangkaikan dengan Perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Dioses Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Drs. Jahang Fansi Aldus dalam sambutannya menyampaikan bahwa Peringatan HOSS adalah momentum penting bagi semua pihak untuk memberi perhatian lebih kepada orang sakit. Karena itu dia mengungkapkan bahwa perayaan ini bukan hanya untuk orang sakit tetapi adalah perayaan seluruh umat.

“Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia adalah momen kita semua, baik yang sedang sakit, yang sehat, yang merasa hidupnya baik-baik saja, yang duduk di pemerintahan, yang bekerja di sektor swasta, dan gereja sebagai hirarki,” tuturnya.

Sekda Fansi mengapresiasi langkah Keuskupan Ruteng melalui Komisi Kesehatan yang telah menjalankan ketetapan Paus Fransiskus untuk merayakan ekaristi peringatan Hari Orang Sakit Sedunia yang dilaksanakan setiap tanggal 11 Februari. Dan tahun ini dilaksanakan di Paroki St. Mikael Beanio.

“Menurut saya langkah ini (Keuskupan; red) adalah bukti keberpihakan gereja lokal Keuskupan Ruteng kepada mereka yang menderita, tertindas, dan memerlukan pertolongan (pro-poor) termasuk tentu saja orang-orang sakit,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam bahasa yang sedikit berbeda tetapi sesungguhnya bermakna sama, pemerintah dalam kerja-kerja pembangunannya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk didalamnya, perihal kesehatan menjadi salah satu indikator utama. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi salah satu isu penting dalam perumusan rencana pembangunan,” ungkapnya.

Karena itu dirinya berharap agar kerja kolaboratif antara Keuskupan Ruteng dan Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam penanganan bidang kesehatan ini semakin terjalin dengan baik.

Sementara itu dalam kotbahnya, Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat mengungkapkan bahwa sakit dan derita bukan sebatas peristiwa atau keadaan ‘tunggal’ yang hanya dialami oleh orang-orang yang sakit tetapi merupakan peristiwa sosial, yang menyentuh kehidupan kita manusia sebagai makhluk sosial.

“Praktisnya, orang sakit atau orang yang menderita itu menggerakkan kita atau saudara-saudaranya untuk bersikap, untuk bertindak, untuk berbuat sesuatu, untuk mengambil jalan keluar,” ungkapnya.

Ditambahkannya, rasa solider yang mendalam terhadap orang sakit dan menderita haruslah dilihat sebagai jembatan hati yang mesti kita lewati untuk mencapai orang-orang yang sakit dan menderita.

“Pada saat yang sama, sebagai orang beriman, doa-doa dan harapan kita tetap dilambungkan pada Tuhan, Sang Penyembuh sejati,” kata Uskup Ruteng yang juga mengajak seluruh umat untuk merenungkan bahwa sakit itu adalah pengalaman manusiawi.

“Kita manusia ini terlalu rapuh, lemah dan rentan. Adakah orang tetap awet muda sepanjang hidupnya? Adakah orang yang selalu segar bugar sepanjang hidupnya? Ada saatnya di mana kita mesti membawa kisah penderitaan dan sakit tak berdaya kita pada penderitaan, kelemahan serta ketakberdayaan Tuhan yang tersalib,” kata Mgr. Sipri.

Baik Sekda Fansi Jahang maupun Mgr. Sipri Hormat, meminta perhatian semua pihak pada isu-isu kesehatan, mulai dari upaya pencegahan penularan Covid-19 hingga penanganan ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa yang menjadi salah satu fokus perhatian Gereja dan Pemerintah Kabupaten Manggarai saat ini.

Kita semua diharapkan terlibat dalam upaya penanganan ODGJ ini, dengan cara kita masing-masing. Yang paling utama adalah menjadi masyarakat yang inklusif; masyarakat yang tidak memperlakukan ODGJ dengan semena-mena, masyarakat yang men-support keluarga ODGJ dan bukan malah mencemooh atau menghindari mereka,” pungkasnya.

Perayaan HOSS tingkat Keuskupan Ruteng tahun ini diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan penting. Diantaranya Perayaan Ekaristi Khusus Orang Sakit di Paroki Beanio, Pengurapan Minyak Orang Sakit bagi semua umat yang mengikuti perayaan ekaristi tersebut, serta Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi umat Paroki Beanio; seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2022. Selain itu, juga dilaksanakan Bakti Sosial berupa “Donor Darah untuk Kemanusiaan” di Aula Missio, Unika St. Paulus Ruteng pada hari Sabtu, 12 Februari 2022. (Tim Prokopim/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.